Breaking News

Sangat Miris !!! Lokasi Pengungsian Pante Bidari Sampai Saat ini Tidak Ada Bangunan Huntara


Ketua Dewan Pengurus Wilayah Suara Independen Jurnalis Indonesia (DPW SIJI) Aceh, Muhammad.Ali C,JB meninjau langsung barak pengungsian korban terdampak bencana banjir di dusun Alu buloh dan Padang Kasap Desa Alu ie Mirah kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur, Kamis 12 Februari 2026.

Kunjungan tersebut atas dasar laporan warga setempat, bawasanya  hingga saat ini Huntara yang pernah di janjikan pemerintah Aceh tak kunjung di bangun.

Saat menerima laporan masyarakat setempat Tn Ali segara ke lokasi untuk mengecek kebenarannya. Sangat Miris keadaan masyarakat yang tidak diperhatikan oleh Pemerintah Aceh.

Ternyata benar, sebanyak 60 Huntara yang telah di data di dua dusun tersebut hingga saat ini belum terealisasi.

Kami berusaha menghubungi kepala desa setempat tapi tak ada respon dan kami meminta bantuan beberapa warga untuk menghubunginya tapi tetap tak membuahkan hasil agar mau menceritakan keadaannya yang sebenarnya, sepertinya "Geuchik Ridwan" sengaja menghindar dari awak media, tutur ketua SIJI Aceh tersebut. Maka Pemerintah Aceh harus memantau dan menginvestigasi karena kesulitan di beban masyarakat sangatlah berat.

Saat datang ke kantor camat Pante Bidari, kami juga mengalami kejadian yang sama.  camat DarkasyI SE tak dapat di hubungi dan tak ada respon apapun. Sepertinya pemerintah Desa dan kecamatan ada Kong kali Kong terkait Huntara di dua dusun tersebut. Papar Tn Ali menambahkan. Guna mencegah pungli dalam membangun Huntara perlu pengawasan ketat dan pihak pihak yang menghambat pembangunan Huntara harus di tangkap.

CV Intan Cahaya Perkasa  selaku pihak rekanan yang membangun Huntara di dusun padang kasap tersebut, saat di hubungi menyatakan mereka sedang mencari lokasi untuk meletakan material. Padahal lokasi sudah ada menurut warga. Ada hal yang dirahasiakan oleh banyak pihak bahwa pembangunan huntara menghadapi masalah dan tekanan dari oknum yang bermain di atas penderitaan dan air mata masyarakat Aceh.

Menurut salah seorang warga yang tak ingin namanya di tulis, itu alasan yang tak masuk akal. Material kan bisa di simpan di meunasah dan ketua pemuda siap mempasilitasi dan menjaganya.

Pihak CV Intan Cahaya Perkasa pun menuduh pihak media telah menekan mereka. 
Pihak media tidak pernah menekan siapapun. Tugas kami adalah pengontrol publik, kami cuma merespon laporan masyarakat karna Huntara yang pernah di janjikan pemerintah tak kunjung di bangun. 
Kami tak punya kepentingan apapun di sini selain penyambung lidah masyarakat kecil yang jarang di dengar suaranya oleh pemerintah Aceh, ungkap ketua SIJI Aceh menutup pembicaraanya.
Bila Huntara sulit di bangun akibat banyak oknum yang mempersulit dan menjadi tikus mengganggu anggaran pemerintah. Mengapa APH tutup mata. Apa sudah tidak ada lagi hukum yang berlaku di Aceh menurut ketua LSM Bungoeng Lam Jaro "Zulfadli S sos,i
Yang memperhatikan masyarakat.

Narasumber :
Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaro "Zulfadli S sos,i
Narasumber : Ketua LSM 

Jurnalis : Muhammad Ali
© Copyright 2022 - INTERNATIONALEDITORIAL.COM